Suatu hari Tuhan merasa lelah dengan manusia. Mereka selalu mengganggu-Nya dengan meminta banyak hal. Karena itu, Dia bersabda, "Aku akan pergi bersembunyi sebentar." Lalu dikumpulkannya seluruh penasihat-Nya dan Ia pun bertanya kepada mereka, "Ke mana sebaiknya Aku bersembunyi? Dimana tempat yang terbaik untuk bersembunyi?"
Banyak dari penasihat itu berkata, "Sembunyi saja di puncak gunung yang tertinggi di muka bumi."
Yang lain menganjurkan, "Jangan. Sembunyi saja didasar laut. Manusia tidak akan pernah menemukan-Mu disana."
Yang lain lagi berkata, "Sembunyi saja di balik bulan; itu tempat yang paling bagus. Bagaimana mereka akan mencari-Mu disana?"
Kemudian Tuhan berpaling kepada malaikat-Nya yang paling pintar dan bertanyalah Dia, " Menurutmu sebaiknya Aku bersembunyi di mana?"
Malaikat pintar itu tersenyum, katanya, "Pergi dan bersembunyilah di dalam hati manusia. Itulah satu-satunya tempat yang tidak pernah mereka kunjungi!"
Koin dan kerikil
Dua orang tukang bertugas membangun gedung bertingkat, satu berada di bawah dan satu lagi berada di atas. tukang di bawah sibuk dengan pekerjaannya sendiri, sehingga dia lupa bahwa temannya ada di atasnya.
berkali kali kawannya yang di atas memanggilnya, namun suara bising pekerjaan bangunan membuatnya tak mendengar panggilan itu.
lalu tukang yang di atas menjatuhkan uang koin dan jatuh di dekat kaki kawannya. ia melihat koin itu, ia segera mengambilnya dan memasukkannya ke kantong, dan ia senang sekali menemukan uang. "ini keberuntunganku" pikirnya. ia tidak menyadari uang itu milik kawannya yang berada di atas.
Karena tidak menoleh juga, akhirnya tukang yang di atas, menjatuhkan kerikil di atas kepala kawannya.
"ADUH!!" segera ia menoleh ke atas dan marah-marah..
"Kenapa engkau tega menjatuhkan batu di kepalaku?" gerutunya..
Jawab tukang yang di atas "Aku memanggilmu, tapi engkau tidak mendengar. aku menjatuhkan koin, namun kamu tidak menoleh juga, malah menyimpannya seakan itu milikmu. aku menjatuhkan batu supaya engkau sadar masih ada aku di atas"
Tuhan sering memanggil kita dengan "koin" supaya kita ingat padaNya, namun kita seringkali lupa dan menganggap itu adalah hasil kehebatan kita. Maka adakalanya Dia melempar kita dengan "kerikil" supaya kita kembali menengadah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar