Jumat, 08 Mei 2009

sajak ku jangan di bajak !

SATU MENGUAK TAKDIR
sering aku tanya pada diriku
kenapa saya lahir sampai dewasa
selalu menderita ?
setelah masa-masa sulit
aku masih bertahan hidup
ibarat pasir yang lolos saringan

RINDU
kenangan-kenangan
yang terpahat dihati sunyi
membekas dalam bait cinta
menjelma rangkaian lagu gelisah
rinduku..
kini telah sampai puncaknya
menghujam hati perihnya
tiada tara..

BAYANGANMU
aku melihatmu
dibalik awan biru
diatas langit sendu
aku melihatmu
bercanda dengan sayap bayu
tertawa dalam rayu
dan aku melihatmu
berjalan dalam kelam
menghilang dalam malam

BUAT APA ?
kalau saja aku dapat membencimu,
buat apa aku mencintaimu ?
kalau saja aku dapat menyakitimu,
buat apa aku menyayangimu ?
kalau saja aku dapat bersembunyi,
buat apa aku slalu disampingmu ?
kalau saja aku dapat berjalan sendiri,
buat apa aku menantimu ?
kalau saja aku dapat membunuh sepi,
buat apa aku merindukanmu ?

KELAM LADAM
dalam kelamnya malam
masih ada selimut bintang
walau awan hitam meraja
rembulan keluar dari peraduan
duduk di singgasananya
semburat putih bagai lengkungan
seuntai senyum sang dewi

AKU & KAU
aku adalah kau..
saat kujatuh kuingin kau meraihku
kau adalah aku..
saat ku bahagia ku ingin kau disisiku
aku berharap kita slalu satu
aku satu untukmu dan kau satu untukku
aku berharap kita satu..
satu cintamu dan satu cintaku
hari ini,esok dan lusa..

DUNIA JINGGA
haruskah aku terus bersyair cinta ?
hingga luluh abjad asmaraku
termakan kata-kata bermakna cinta didalamnya
manis bukanlah pahit
dalam angan yg terbelenggu,
dengan perasaan yang sendu
dalam arena cinta yang renta

PEMUJA RAHASIA
hembuskan nafas dalam angan
meretakkan hati kaca
meremukkan jiwa bening
sesuatu yang dulu tlah pergi
kau hilangkan semua itu
jika kau dapat mengingat rasa itu
rasa yang tersimpan lama dalam hati
sang ratu hatiku,
sayang kau melupakannya
dari diriku
aku penyimpan si rasa itu

TERLEWATKAN
kerinduanku yang perih
membangun candi-candi perdu
doa-doa yang telah lalu
membawa diri ini
merangkul ketabahan
menunju jalan kebeneran
rumput-rumput dihalamanpun menbuluh
tapi kita tlah terpisah
melebihi ngun-ngun


Tidak ada komentar:

Posting Komentar